Showing posts with label Bahaya. Show all posts
Showing posts with label Bahaya. Show all posts

Sunday, April 7, 2013

Bahaya Makan Nasi

type='html'>

Mulai kini seimbangkan porsi nutrisi di piring makan Anda. Pada otak, makanan yang mengandung karbohidrat malah menumpulkan kemampuan otak.

Penelitian dari Mayo Clinic di Amerika menunjukkan lansia yang menerapkan pola makan kaya karbohidrat memiliki risiko empat kali lebih mungkin mengalami gangguan kognitif ringan.

Menurut temuan dalam Journal of Alzheimer Disease, makanan berkarbohidrat kompleks, seperti nasi, pasta, roti dan sereal mengandung gula yang memainkan peran dalam perkembangan penyakit kognitif, termasuk alzheimer.

Disisi lain, orang yang mengonsumsi makanan kaya lemak dan protein tinggi seperti kacang-kacangan, ayam, daging dan ikan malah memiliki risiko rendah mengalami penurunan kognitif.

"Asupan tinggi karbohidrat mempengaruhi metabolisme insulin dan glukosa Anda," jelas pemimpin penelitian Rosebud Roberts, dilansir melalui Dailymail (22/10).

Robert juga mengatakan bahwa kadar glukosa yang tinggi dapat mempengaruhi pembuluh darah otak dan memicu perkembangan plak amiloid beta. Peneliti meyakini penumpukan amoloid beta menjadi salah satu penyebabnya.

"Temuan ini menunjukkan bahwa kita bisa mengurangi risiko penyakit. Yang terpenting adalah seimbang mengonsumsi karbohidrat, protein dan lemak," sarannya.

View the original article here

Bahaya Es Teh

type='html'>

Bahaya Es Teh Bagi Ginjal

Siapa tak suka minum es teh? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa.
Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, ‘Apapun makanannya, minumnya tetap es teh.’
Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.
Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. ‘Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk,’ kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.
Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.
Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. ‘Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal,’ kata Milner.
Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.
Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging.
Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih
.

View the original article here